Artikel ini membahas pernyataan dan ancaman Presiden terpilih Donald J. Trump terkait dengan Kanal Panama. Dalam beberapa minggu terakhir, Trump mengklaim bahwa Panama tidak hanya membebani kapal-kapal Amerika dengan biaya exorbitant, tetapi juga merangkul kontrol asing yang mengkhawatirkan melalui Tiongkok. Poin-poin utama mengenai kontroversi ini mencakup klaim-klaim Trump, reaksi Partai Republik, dan sejarah terkait pengalihan kontrol atas kanal tersebut.
Klaim Trump Tentang Biaya dan Kontrol
Dalam beberapa minggu terakhir, Presiden terpilih Donald J. Trump telah meningkatkan ancaman untuk merebut kembali kendali atas Canal Panama, menyudutkan pemerintahan Panama dengan klaim-klaim yang meragukan. Dia mengaku bahwa pemerintah Panama telah memperbolehkan tentara Tiongkok untuk mengendalikan jalur pengiriman tersebut dan menyebut bahwa mereka sangat membebani kapal-kapal Amerika. Ini adalah pandangan yang belakangan ini menggemakan ketidakpuasan beberapa anggota dari Partai Republik yang merindukan kendali Amerika atas salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.
Ancaman Pengembalian Kendali
Trump mengekspresikan ketidakpuasannya dengan klaim bahwa Panama mengenakan “harga yang sangat tinggi” kepada kapal-kapal AS dan menyatakan bahwa jika biaya tersebut tidak diturunkan setelah dia menjabat, dia akan meminta untuk mengembalikan kendali penuh atas kanal kepada Amerika Serikat secepat dan sejelas mungkin. Ini merupakan pernyataan berani yang jelas mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap kesepakatan yang telah dibuat pada tahun 1978.
Pernyataan Seputar Duta Besar
Hari Rabu lalu, Trump mempertegas pendiriannya ketika mengumumkan pilihan duta besar untuk Panama, Kevin Marino Cabrera. Dalam pernyataannya, ia menuduh pemerintah Panama telah “menipu” AS terkait Canal Panama, melebih-lebihkan keuntungan mereka seolah-olah merugikan AS. Dalam sebuah unggahan liburan di platform media sosialnya, Truth Social, ia menyapa “tentara China yang luar biasa” yang diakui secara keliru sebagai pengendali kanal, sambil mengeluh tentang uang yang dihabiskan AS untuk pemeliharaan kanal tersebut.
Kontroversi Sejarah
Ketidakpastian perihal apa yang mendorong obsesi terbaru Trump terhadap Canal Panama masih menjadi bahan perbincangan. Beberapa anggota Partai Republik, sebenarnya, sudah lama mempertanyakan keputusan yang diambil pada era Presiden Jimmy Carter ketika dua perjanjian ditandatangani yang akhirnya menyerahkan kontrol kanal kepada Panama pada 31 Desember 1999. Ini membangkitkan nostalgia bagi mereka yang percaya bahwa AS seharusnya tetap sebagai pemilik sah kanal ini.
Tensi dalam Partai Republik
“Ada kelompok tertentu di Partai Republik yang selalu skeptis terhadap pengalihan tersebut,” kata Ryan C. Berg, Direktur Program Amerika di Center for Strategic and International Studies, sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Washington. Pernyataan ini menyoroti adanya ketegangan dalam politik AS mengenai hak kepemilikan dan kontrol terhadap tempat yang menjadi bagian penting dari sejarah dan perdagangan internasional.
Mengapa Amerika Serikat tidak lagi mengendalikan Kanal Panama?
Sempat ada kesepakatan pada tahun 1978 yang menetapkan kendali Panama atas kanal, salah satunya untuk menjamin netralitas.
Apa yang dikatakan Trump mengenai biaya kapal di Kanal Panama?
Trump berpendapat bahwa Panama mengambil keuntungan secara tidak adil dari kapal-kapal AS, tetapi hal ini merupakan klaim kontroversial.
Apa respon Partai Republik terhadap tindakan Trump ini?
Ini menggambarkan ketidakpuasan mendalam di kalangan beberapa anggota Partai Republik yang percaya bahwa AS seharusnya tetap memiliki kendali.
Mengapa isu ini penting dalam konteks geopolitik?
Tak hanya soal kepemilikan, permasalahannya melibatkan hubungan internasional dan posisi AS di kawasan tersebut.